Minggu, 23 Maret 2014

Mekong to Chao Phraya part 3: Dari Bangunan Tua Sampai Pesiar Sungai

Setelah beristirahat sambil menikmati pho di sebuah rumah makan sepulang dari Cu Chi Tunnel Tour, kami pun menuju ke Hahn Cafe untuk konfirmasi tiket bus ke Phnom Penh yang telah kami pesan sebelumnya. Ternyata bus kami ke Phnom Penh berangkat pada pukul 12 malam. Salah satu pegawai di Hahn Cafe, Hang Bui Thi, menawarkan custom tour kepada kami sampai pukul 21.30 waktu setempat sambil menunggu bus ke Phnom Penh. Setelah tawar menawar, disetujuilah harga custom tour sekitar 900.000 Dong dengan syarat Hang ikut menemani kami sebagai guide.

Seperti yang telah kita ketahui, sekitar abad ke 19 sampai pada perang dunia kedua, Vietnam merupakan koloni Perancis. Bangunan-bangunan yang berada di kota Ho Chi Minh pun rata-rata dipengaruhi oleh arsitektur Perancis. Salah satu bangunan penting di kota Ho Chi Minh yang dibangun pada saat pendudukan Perancis di Vietnam antara lain Central Post Office yang dibangun pada awal abad ke-20. Selain sebagai tempat wisata, bangunan yang terletak dekat dengan Katedral Notre Dame Saigon ini masih berfungsi sebagai kantor pos sampai sekarang. Bangunan tersebut pun menjadi tujuan pertama kami dalam tur kali ini.

Central Post Office

Pelayanan Pos

Bagian dalam kantor pos

Bangunan bergaya neoklasikal ini dirancang oleh Gustave Eiffel, arsitek yang sama yang merancang Menara Eiffel. Di dalam bangunan ini juga terdapat toko suvenir yang menjual macam-macam cinderamata khas Vietnam. Persis di depan Central Post Office, terdapat Gereja terbesar di Kota Ho Chi Minh. Saigon Notre Dame Basilica atau biasa juga disebut Katedral Notre Dame, merupakan salah satu gereja pertama yang didirikan oleh pemerintah kolonial Perancis. Karena saat itu sudah sore, kami tidak bisa masuk ke dalam gereja karena gereja hanya dibuka sampai pukul 16.00. Di depan gereja terdapat sebuah taman yang di tengahnya berdiri sebuah patung Regina Pacis. Kami bersama pengunjung lain pun hanya berfoto di taman tersebut.

Patung Regina Pacis

Notre Dame Basilica

Berfoto bersama Hang Bui Thi

Waktu menunjukkan pukul 18.30, agenda selanjutnya yaitu menyaksikan Water Puppet Show yang dimulai pada pukul 19.00. Hang pun memesankan taksi untuk menuju ke Golden Dragon Water Puppet Theatre dimana pertunjukan berlangsung. Sesampainya disana Hang memperkenalkan kami pada seorang temannya, saya lupa namanya, yang kemudian menjadi guide kami karena Hang harus kembali ke Hahn Cafe. Pada saat kami memasuki gedung pertunjukkan, hanya tinggal tersisa beberapa kursi di bagian depan. Sebenarnya saya menghindari duduk di bagian depan agar terhindar dari cipratan air. Tak lama kemudian pertunjukan pun dimulai, musik pun mulai mengalun dan boneka-boneka mulai berputar-putar di panggung yang seperti kolam. Ada sekitar 15 pertunjukan dengan waktu total 50 menit. Di akhir pertunjukan, para dalang yang kebasahan pun menunjukan diri dan melakukan salut kepada penonton.

Para pemusik di sisi panggung

Salah satu boneka yang mengeluarkan api dari mulutnya

Para dalang tampil setelah pertunjukan berakhir

Setelah pertunjukan selesai, guide kami membawa kami ke sebuah restoran terapung paling besar di Kota Ho Chi Minh. Dengan menggunakan becak, kami dibawa ke Tau Sai Gon, sebuah kapal pesiar yang berlabuh di Saigon River. Sebelum masuk kapal kami disambut oleh wanita-wanita yang berpakaian seperti sinterklas dan awak kapal. Pelayan-pelayan di restoran tersebut juga berpakaian layaknya kapten kapal dan kelasi. Meja kami sudah dipersiapkan dan tak lama kemudian makanan pun segera disajikan. Kami sudah memesan makanan dan minuman yang tanpa babi dan tanpa alkohol. Setelah makan malam selesai, kapal mulai bergerak menyusuri Saigon River. Sambil menyusuri sungai, kami disuguhi tarian Flamenco yang dilanjutkan dengan musik Jazz. Sekitar satu jam kemudian, kami pun sampai di tempat semula kemudian kami kembali lagi ke Hahn Cafe untuk menunggu bus yang akan mengantar kami ke Phnom Penh.

Naik becak ke Tau Sai Gon

Restoran Terapung Tau Sai Gon

Pelayan yang berpakaian seperti awak kapal

Tari Flamenco

(bersambung)

4 komentar:

  1. Andi... kantor pos pelayanannya smpe jam brp? Pingin kirim2 kartyu pos nanti. Hehe.. oya, klo nonton puppetnya doang brp duit ya tanpa paket tour?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampe sore mb, skitar jam 6an.. Nah klo tiketny aja aku lupa mb, skitar 200.000 dong klo ga salah..

      Hapus
  2. Gerejanya megah banget ya. Water puppet show itu semacam wayang orang dalam air ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan, semacem pertunjukan boneka di atas air...

      Hapus